Flags of Our Fathers: Gelar Pahlawan Salah Sasaran


Flags of Our Fathers (Clint Eastwood, 2006)
Pada dasarnya, ini merupakan review film pertama saya. Kala itu saya mencoba mengikuti forum movie choice yang diadakan Jawa Pos di rubrik Movie Club. Jadilah saya menulis review film garapan Clint Eastwood ini. Dan pada tanggal 11 Januari 2008, review ini sukses di muat di koran tersebut. Koran tersebut pun masih tersimpan dengan baik di laci meja belajar. Pertama kalinya tulisan saya nampang di halaman koran nasional terkemuka itu.  Meskipun, judul di atas adalah hasil editan redaksi Jawa Pos (sudah lupa apa judul aslinya), namun tidak dengan isinya. Pada kesempatan ini akan saya rewrite my review.

Film ini berawal dari seorang juru kamera yang mengambil gambar enam prajurit Amerika. Dalam foto tersebut, mereka tampak sedang mengibarkan bendera di kepulauan Iwo Jima ketika pertempuran tentara Jepang dan Amerika berlangsung. Lalu, foto itu menjadi pemberitaan yang menghebohkan. Amerika mengklaim foto itu sebagai bukti kemenangannya.

Beberapa minggu setelah foto itu tercetak, separo orang dalam foto tersebut meninggal. Yang tersisa hanya John “Doc” Bradley (Ryan Phillippe), Rene Gagnon (Jesse Bradford), dan Ira Hayes (Adam Beach). Oleh rakyat, mereka dielu-elukan sebagai pahlawan. Perlakuan istimewa dari petinggi pemerintah otomatis diperoleh.

Namun, Doc, Gagnon, dan Ira memiliki beban psikologis. Mereka merasa tak pantas dielu-elukan sebagai pahlawan. Pahlawan yang sebenarnya justru kawan-kawan mereka yang tewas. Ternyata, mereka hanya kebetulan  berada di lokasi saat pengibaran bendera berlangsung. Lalu, karena tiang itu terlalu berat, mereka membantu.

Secara keseluruhan, film berdurasi dua jam ini dahsyat menguras emosi penonton. Setting tempat yang ditampilkan begitu nyata. Suasana perang yang digambarkan pun mengagumkan.  Flags of Our Fathers mampu membawa penonton pada kondisi perang Iwojima yang sesungguhnya dengan suara gemuruh peluru dan bom serta mayat-mayat bergelimpangan. Film jadi semakin menarik karena dibalut oleh solidaritas dan patriotisme tentara Amerika dalam mengalahkan kepiawaian taktik perang tentara Jepang.

Kehebatan film bertema sejarah ini tentu tak lepas dari besutan sang maestro, Clint Eastwood, sutradara sekaligus produser spesialis pemenang Academy Awards. Flags of Our Fathers yang juga dibantu Steven Spielberg dalam pembuatannya ini tak hanya menceritakan seluk-beluk dunia perang, tapi juga mengisahkan bahwa tak selamanya pahlawan perang akan menjalani hidup yang terjamin. Ada batas tertentu saat mereka dielu-elukan. Ada pula saat ketika mereka sudah tidak populer dan kembali menjadi masyarakat biasa.

–HW (8.4)–

Quote Choice:

James Bradley: I finally came to the conclusion that he maybe he was right. Maybe there’s no such thing as heroes. Maybe there are just people like my dad. I finally came to understand why they were so uncomfortable being called heroes. Heroes are something we create, something we need. It’s a way for us to understand what’s almost incomprehensible, how people could sacrifice so much for us, but for my dad and these men, the risks they took, the wounds they suffered, they did that for their buddies. They may have fought for their country but they died for their friends. For the man in front, for the man beside him, and if we wish to truly honor these men we should remember them the way they really were, the way my dad remembered them.

 

 

Leave a Reply :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s