The Girl with The Dragon Tattoo: Another Masterpiece Thriller by Fincher


 

The Girl with The Dragon Tattoo (David Fincher, 2012)

David Fincher is back on his exhilarating thriller form. Setelah menggarap dengan dingin dua film drama The Curious Case of Benjamin Button (2008)dan The Social Network (2010),Fincher kembali ke jalur semula. Pencipta thriller berkelas semacam Se7en (1995), The Game (1997),Fight Club (1999), Panic Room (2002) dan Zodiac (2007) ini kembali meramu film serupa yang kali ini diadaptasi dari novel Swedia karangan Stieg Larsson dengan khas gayanya yang penuh misteri.

Layaknya film pendahulunya yang selalu menampilkan aktor papan atas untuk peran utamanya, kali ini Fincher memilih bintang Bond, Daniel Craig, untuk mengisi peran utama sebagai Mikael Blomkvist.

Diceritakan bahwa Mikael Blomkvist adalah seorang jurnalis yang sedang tersandung masalah hukum. Ia dituntut oleh Hans-Erik Wennerström (Ulf Friberg) akibat memberitakan suatu fakta yang salah tentang dirinya. Saat kredibilitasnya sedang turun akibat kasus pencemaran nama baik itu, ia malah dipercaya oleh Henrik Vanger (Christopher Plummer), seorang pengusaha kenamaan, untuk menyelesaikan suatu kasus.

Vanger menganggap bahwa Blomkvist merupakan seorang jurnalis sekaligus investigator yang ulung. Awalnya, Blomkvist menolak karena ini bukanlah waktu yang tepat. Ia belum bisa berkonsentrasi penuh untuk itu. Namun setelah Henrik meyakinkan bahwa ia memiliki suatu hal penting berkenaan dengan Wennerstrom yang bisa membuktikan bahwa fakta yang ia laporkan adalah benar, Blomkvist pun tertarik.

Henrik meminta Blomkvist untuk menyelesaikan suatu kasus yang terjadi di keluarga besarnnya 40 tahun yang lalu. Diceritakan bahwa kakak Henrik memiliki seorang cucu perempuan yang bernama Harriet Vanger. Harriet tiba-tiba menghilang begitu saja 40 tahun yang lalu saat sedang ada pertemuan keluarga besar. Hingga sekarang tidak ada kabar sedikit pun darinya. Pertemuan terakhir Harriet dengan Henrik terjadi saat Harriet ingin berbicara kepadanya, namun Henrik menundanya karena ia sedang sibuk saat itu. Polisi pun telah mengerahkan kemampuan terbaiknya, namun hasilnya nihil. Henrik juga telah melakukan penyelidikan sendiri terhadap seluruh anggota keluarganya, tapi ia tidak menemukan suatu hal yang berarti.

Menurut Henrik, Harriet yang kala itu masih berusia 16 tahun telah dibunuh oleh salah seorang anggota keluarga besarnya. Henrik ingin Blomkvist melakukan suatu investigasi menyeluruh terhadap mereka semua. Ia ingin menemukan fakta sesungguhnya dibalik hilangnya Harriet.

Blomkvist merasa pesimis akan keberhasilan investigasinya nanti. Ini bukan kasus sembarangan. Bukan perkara mudah untuk menemukan fakta dari peristiwa yang telah terjadi 40 tahun yang lalu. Henrik yang membaca gelagat keraguan dalam diri Blomkvist meyakinkannya agar menerima tawarannya. Henrik menjanjikan bayaran yang menggiurkan. Ia juga menfasilitasi Blomkvist sebuah rumah kecil di dekat kediamannya sebagai tempat tinggal sementara. Imbalan paling menarik adalah Henrik akan memberikan fakta sebenarnya tentang Wennerström, lawan hukum Blomkvist saat ini. Fakta yang dapat membuktikan bahwa tulisan Blomkvist tentang Wennerström adalah benar.

Akhirnya, Blomkvist menerima tawaran Henrik. Ia mulai bekerja dengan cepat. Mulai dari mengenal seluruh keluarga besar Vanger dan hubungannya dengan Henrik dan Harriet. Menanyakan pendapat mereka tentang kejadian 40 tahun yang lalu. Blomkvist berdalih akan membuat sebuah buku biografi tentang Henrik, sehingga ia tidak terlalu dicurigai mengapa bertanya tentang peristiwa 40 tahun yang lalu. Selain itu, Blomkvist juga menganalisis setiap foto-foto kenangan saat itu.

Di tengah perjalanan investigasinya, Blomkvist dibantu oleh seorang asisten analis riset. Ia bernama Lisbeth Salander (Rooney Mara). Salander bukan seorang gadis analis biasa. Dibalik penampilannya yang sangat nyentrik(bertato, bertindik, dan berambut punk), ia seorang analis yang sangat jeli. Ia juga seorang hacker profesional. Meski kehidupan masa lalunya cukup kelam dan membuatnya rapuh, ia sangat fokus, ngotot, dan total jika menyangkut pekerjaannya. Ia dulu bahkan pernah disewa oleh atasan Blomkvist untuk menyelidiki latar belakang dan kehidupan sehari-hari Blomkvist.

Kolaborasi investigator Blomkvist dan Salander sedikit demi sedikit mulai menemui titik terang atas kasus menghilangnya Harriet. Meski demikian, jalan mereka tidak mulus. Berbagai teror datang menghantui penyelidikan mereka. Di samping itu, keduanya juga terlibat suatu hubungan yang bisa dikatakan complicated.

Untuk kelanjutannya, saya persilakan Anda untuk menyaksikannya sendiri:)))

Secara keseluruhan film ini cukup menarik bagi anda penggila film misteri. Topik yang diangkat dalam film Fincher kali ini hampir seperti Se7en dan Zodiac. Mungkin tidak sesederhana Se7en, tapi hampir menyamai kerumitan Zodiac. Rasa penasaran akan terus menghantui anda sepanjang film yang berdurasi 2.5 jam lebih ini. Siapa yang membunuh Harriet? Apa motifnya? Disembunyikan di mana mayat Harriet selama 40 tahun ini?

Anda dituntut untuk menontonnya dengan super jeli dan sabar. Anda sebaiknya juga harus menghafal semua anggota keluarga Wanger supaya bisa mengikuti alur ceritanya. Mungkin agak sedikit kesulitan karena ini adalah nama-nama Swedia. Namun Anda akan sangat puas jika bisa memahami jalan cerita hingga film berakhir.

Secara keseluruhan bisa dibilang bahwa film thriller ini berhasil. Meski pada premier di Amerika film ini hanya menduduki posisi ketiga Box Office  di bawah Mission Impossible-Ghost Protocol dan Sherlock Holmes: A Game of Shadows, saya tetap berpendapat film ini jauh lebih berbobot dibandingkan dua film di atasnya.

Versi Swedia The Girl With The Dragon Tattoo (2009)

Belum menduduki posisi pertama mungkin disebabkan karena ada film dengan judul serupa dan diadaptasi dari novel yang sama yang sudah di-release sebelumnyadi Swedia pada tahun 2009. Film itu murni menggunakan bahasa Swedia sesuai dengan novelnya. Film itu disutradarai oleh Niels Arden Oplev dan dibintangi Michael Nyqvist (sebagai Mikael Blomkvist) dan Noomi Rapace (Lisbeth Salander). Saya sendiri belum melihatnya. Jadi saya tidak bisa membandingkannya dengan versi Inggris yang telah saya lihat.

Penampilan Daniel Craig di film ini belum bisa melepas sepenuhnya image sosok James Bond. Bagi saya, Craig merupakan pemeran Bond paling pas sejauh ini. Meski dikabarkan sudah menambah berat badannya untuk bisa tampil senormal mungkin sebagai orang biasa, tetap saja secara fisik dia masih seperti agen 007 itu. Untunglah ia bisa mengeluarkan segenap kemampuan aktingnya sebagai seorang jurnalis yang sedang dilanda masalah dengan baik. Akting Craig cukup bagus sebagai ‘orang biasa’.

Applause harus diberikan kepada pemeran Lisbeth Salander (Rooney Mara). Mara sendiri pernah terlibat dalam film Fincher sebelumnya, yaitu The Social Network. Ia berperan sebagai Erica Albright, cinta pertama Mark Zuckerberg semasa kuliah. Setelah memerankan seorang gadis biasa, kini ia dipercaya untuk mengisi peran krusial di film ini. Aktingnya tidak mengecewakan, memukau bahkan. Ia mampu memerankan tokoh Salander yang jenius, fokus, kuat, dingin, namun juga sangat rapuh dengan sempurna. Tidak heran jika ia akhirnya mendapatkan nominasi piala Oscar tahun ini untuk kategori Best Performance by an Actress in a Leading Role. Craig dan Mara juga mampu menciptakan chemistry yang luar biasa.

Untuk masalah score, Fincher kembali menggandeng Trent Reznor dan Atticus Ross. Reznor dan Ross mengisi score di The Social Network, film Fincher sebelumnya. Mereka berhasil membawa pulang piala Oscar pertama kali untuk score terbaik melalui film tersebut. Kali ini mereka juga menghadirkan score yang cukup keren. Meski untuk tahun ini tidak mendapatkan nominasi piala Oscar, score mereka mampu menghidupkan rasa penasaran untuk menguak misteri di film ini. Saya sangat menyukai opening credit film ini. Sungguh berbeda dengan film Fincher sebelumnya. Mengingatkan saya dengan opening credit film-film James Bond yang sangat artistik.

Pada perhelatan Piala Oscar tahun ini, The Girl with The Dragon Tattoo mendapatkan lima nominasi, yaitu best achievement in film editing, best achievement in cinematography, best achievement in sound editing, best achievement in sound mixing, dan best performance by an actress in a leading role. Tahun lalu, film Fincher The Social Network juga mendapatkan nominasi untuk editing terbaik yang dilakukan oleh Angus Wall dan memenangkannya. Tahun ini, Wall kembali mengedit film Fincher dan mendapatkan nominasi, akankah kemenangan Wall tahun lalu terulang di tahun ini? Kita tunggu saja hasilnya nanti.

–HW (8.5/10)–

Quote Choice:

 1. Henrik Vanger: You will be investigating thieves, misers, bullies. The most  detestable collection of people that you will ever meet – my family. 

2. Mikael Blomkvist: Rape, torture, fire, animals, religion. Am I missing anything?  Lisbeth Salander: The names. They’re all biblical.

 

5 thoughts on “The Girl with The Dragon Tattoo: Another Masterpiece Thriller by Fincher

      • Kalo diliat dari versi swedia sih, ada 3 film, atau yang lebih mahsyur disebut trilogy millenium, gak tau kalo yang versi amerika, jadi film ini memang sengaja gak dibikin sekuel ya?

      • Oh iya. Sebenarnya ketiganya (The Girl With The Dragon Tattoo, The Girl Who Played With Fire, dan The Girl Who Kicked the Hornets’ Nest)sudah ada filmnya. Semuanya versi Swedia dan direlease pada tahun yg sama, 2009. Kalau boleh milih sih, pengen David Fincher juga yang direct (I’m also a big fans of Fincher’s films:). Tapi sepertinya Fincher belum terlalu berminat, setidaknya tidak dalam waktu dekat.

Leave a Reply :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s