Detachment: How Hard To Be A (Good) Teacher


Detachment (Toni Kaye, 2011)

I’ll tell you my opinion, the worst thing about this job (being a teacher)..is that nobody say thank you.”

Inilah salah satu penggalan dialog dalam film terbaru karya Tony Kaye. Kali ini sutradara American History X inimengangkat tema tentang kehidupan pahlawan tanpa tanda jasa alias seorang guru.

Henry Barthes (Academy Award® winner Adrien Brody) adalah seorang guru tidak tetap. Ia bekerja sebagai guru pengganti. Ia hanya mengajar selama satu bulan dan berpindah dari sekolah satu ke yang lainnya. Kali ini ia bertugas di suatu sekolah yang hampir sebagian besar pelajarnya bermasalah.

Di tempatnya yang baru ini ia memiliki hubungan yang sifatnya berbeda dengan tiga wanita. Pertama adalah rekan kerja sesama guru, Ms. Madison (Christina Hendricks). Kedua adalah Meredith (Betty Kaye), salah satu murid yang memiliki masalah dengan ayahnya yang selalu merendahkannya. Dan yang terakhir adalah Erica (Sami Gayle), seorang PSK di bawah umur yang tidak sengaja ia temui di jalan.

Film ini memang lebih memfokuskan kehidupan Henry Barthes. Mulai dari tantangan dalam mengajar murid-muridnya yang keras, mengurusi kakeknya di panti jompo, hingga hubungannya dengan ketiga wanita tadi.

Salah satu yang menarik perhatian memang tentang cara mengajar Barthes. Tidak mudah untuk mendidik para remaja bermasalah. Barthes sendiri sebenarnya juga memiliki masa lalu yang kelam dengan orang tuanya. Oleh karena itu, ia tahu apa yang ia hadapi sekarang.

Memang bukan karya terbaik Tony Kaye, tapi film ini patut ditonton. Kehidupan Barthes sebagai seorang guru digambarkan begitu kompleks. Di satu sisi, ia harus menjadi contoh yang baik bagi muridnya, namun di sisi lain ia terkadang merasa rapuh jika mengingat masa lalunya.

Rasa empati Barthes terhadap murid-muridnya menjadi salah satu contoh dan modal berharga untuk menjadi seorang guru. Sifat edukasinya terhadap Erica, PSK di bawah umur, merupakan tindakan langka di zaman sekarang.

Salah satu kekurangan film ini memang kurangnya fokus pusat cerita. Saat melihat film ini, perhatian saya sedikit terbelah. Kehidupan Barthes memang digambarkan secara dominan. Namun, ada beberapa scene yang menggambarkan tentang kehidupan statis para guru, namun tidak dikorek secara maksimal. Sayang sekali. Menurut saya, itu bisa menjadi salah satu kekuatan di film ini.

Adrien Brody memang menjadi motor penggerak di film ini. Ia adalah alasan utama saya melihat film ini. Sudah lama tidak melihat akting gemilangnya dalam sebuah genre drama sejak The Pianist (Roman Polanski, 2002) dan The Darjeeling Limited (Wes Anderson, 2007). Genre drama melankolis memang pas dengan Brody.

Animasi tulisan dengan kapur yang mendeskripsikan perasaan beberapa karakter membuat film ini sedikit berwarna dan tidak membosankan.

–HW (7.7/10)–

Quote Choice:

Henry Barthes: “We have such a responsibility to guide a young so that they don’t end up …falling apart..falling by the way side..becoming insignificant.”

Leave a Reply :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s